
Foto ; dok/polresbeltim* RumahGadangNews.Com | JSCgroupmedia ~ Kepolisian Resor Polres Belitung Timur menggelar upacara tradisi Pedang Pora untuk melepas masa purna bakti Kabag Ren Polres Belitung Timur, Kompol Hamonangan Simbolon, di halaman Mako Polres Belitung Timur, Rabu (20/05/2026) sore.

Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Belitung Timur AKBP Indra F. Dalimunthe itu berlangsung khidmat dan penuh haru sebagai bentuk penghormatan institusi terhadap personel yang telah mengabdi selama puluhan tahun di tubuh Polri.
Upacara tersebut dihadiri jajaran pejabat utama Polres, para kapolsek, personel kepolisian, hingga pengurus Bhayangkari Cabang Belitung Timur.
Tradisi pelepasan ini menjadi simbol penghargaan atas loyalitas, dedikasi, dan pengabdian tanpa cela yang telah ditunjukkan Kompol Hamonangan Simbolon selama menjalankan tugas kepolisian di wilayah Belitung Timur.

Suasana emosional terasa sejak awal kegiatan dimulai.
Barisan personel berseragam lengkap berdiri rapi di halaman Mapolres. Sorot mata penuh hormat tampak mengiringi langkah Kompol Hamonangan Simbolon yang untuk terakhir kalinya mengikuti prosesi kedinasan sebagai anggota aktif Polri.
Upacara purna bakti bukan sekadar seremoni formal, melainkan tradisi yang sarat makna dalam kultur kepolisian.
Acara diawali dengan laporan Perwira Upacara kepada inspektur upacara, dilanjutkan prosesi simbolis pengalungan bunga oleh Kapolres Belitung Timur AKBP Indra F.
Dalimunthe didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Belitung Timur. Buket bunga juga diserahkan kepada Kompol Hamonangan Simbolon beserta istri sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas pengabdian panjang yang telah diberikan kepada institusi Polri.
Momen paling mengharukan terjadi saat Kompol Hamonangan Simbolon bersama sang istri berjalan perlahan melewati gerbang Pedang Pora yang dibentuk oleh para perwira pertama.
Hunusan pedang yang membentuk lengkungan di atas kepala menjadi simbol penghormatan terakhir bagi personel yang memasuki masa pensiun. Tradisi itu sekaligus menandai berakhirnya masa tugas seorang anggota Polri secara resmi.
Kapolres Belitung Timur AKBP Indra F. Dalimunthe dalam sambutannya menegaskan bahwa purna bakti merupakan fase penting dalam perjalanan hidup seorang anggota kepolisian.
Menurutnya, tidak semua personel mampu menyelesaikan masa dinas dengan baik, penuh integritas, dan tanpa catatan pelanggaran.
“Upacara purna bakti ini merupakan bentuk penghargaan tulus dan penghormatan setinggi-tingginya dari institusi Polri, khususnya Polres Belitung Timur, kepada personel yang telah berhasil melewati masa dinas dengan baik, penuh loyalitas, dan tanpa cacat,” ujar Kapolres.

Ia mengatakan, pengabdian seorang anggota Polri tidak hanya diukur dari pangkat maupun jabatan, tetapi juga dari keteladanan, loyalitas, disiplin, dan dedikasi dalam melayani masyarakat.
Karena itu, tradisi pelepasan purna tugas menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan panjang seorang personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurut AKBP Indra, Kompol Hamonangan Simbolon dikenal sebagai sosok perwira yang disiplin dan memiliki dedikasi tinggi selama menjalankan tugas di lingkungan Polres Belitung Timur.
Sebagai Kabag Ren, ia dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung perencanaan program kerja dan penguatan tata kelola organisasi kepolisian di wilayah tersebut.
“Beliau telah memberikan kontribusi besar bagi institusi. Pengalaman, dedikasi, dan loyalitas yang ditunjukkan selama bertugas tentu menjadi teladan bagi anggota yang lebih muda,” katanya.
Tradisi Pedang Pora sendiri memiliki sejarah panjang dalam lingkungan militer dan kepolisian.
Dalam institusi Polri, tradisi tersebut lazim dilakukan untuk menyambut ataupun melepas personel dalam momentum tertentu, termasuk pernikahan perwira dan masa purna bakti.
Pedang yang terhunus melambangkan kehormatan, keberanian, dan penghargaan terhadap pengabdian seseorang kepada negara.
Bagi anggota Polri, memasuki masa pensiun merupakan fase emosional.
Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan disiplin dan penuh tanggung jawab sebagai aparat penegak hukum, masa purna tugas menjadi titik peralihan menuju kehidupan baru bersama keluarga dan masyarakat.

Tidak sedikit personel yang merasa kehilangan ritme kehidupan setelah pensiun. Karena itu, dukungan keluarga dan lingkungan sosial menjadi faktor penting agar para purnawirawan tetap dapat menjalani kehidupan produktif dan sehat secara mental maupun sosial.
Dalam banyak kesempatan, institusi Polri juga terus mendorong para purnawirawan untuk tetap berkontribusi di tengah masyarakat.
Pengalaman panjang selama berdinas dinilai menjadi modal penting untuk mendukung pembangunan sosial, menjaga ketertiban lingkungan, hingga menjadi teladan di tengah masyarakat.
Kegiatan pelepasan purna bakti di Polres Belitung Timur juga menjadi pengingat bagi seluruh personel aktif mengenai pentingnya menjaga integritas selama bertugas.
Karier panjang di institusi kepolisian bukan hanya soal pencapaian jabatan, tetapi bagaimana seorang anggota mampu mempertahankan kepercayaan publik hingga akhir masa pengabdian.
Suasana haru tampak tidak hanya dirasakan oleh Kompol Hamonangan Simbolon dan keluarga, tetapi juga para anggota yang hadir.

Beberapa personel terlihat menyalami dan memberikan pelukan hangat sebagai bentuk penghormatan dan rasa kekeluargaan.
Pengurus Bhayangkari Cabang Belitung Timur juga turut memberikan penghormatan kepada istri Kompol Hamonangan Simbolon yang dinilai telah setia mendampingi suami selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri.
Dalam kultur kepolisian, keluarga memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan tugas personel di lapangan.
Selama menjalani dinas, anggota Polri tidak hanya menghadapi tantangan pekerjaan, tetapi juga tekanan psikologis akibat tuntutan tugas yang tinggi.
Karena itu, dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam menjaga semangat dan stabilitas personel selama bertugas.
Upacara pelepasan berlangsung tertib dan penuh khidmat hingga akhir acara. Setelah prosesi Pedang Pora selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ramah tamah bersama keluarga besar Polres Belitung Timur.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat hubungan emosional antara personel aktif dan purnawirawan.
Tradisi seperti ini dinilai penting untuk menjaga kultur organisasi yang humanis dan penuh penghargaan terhadap pengabdian anggota.

Di tengah tuntutan modernisasi institusi kepolisian, nilai-nilai solidaritas dan penghormatan terhadap senior tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan organisasi Polri.
Pengamat sosial di Belitung Timur menilai kegiatan purna bakti semacam itu memiliki dampak positif dalam membangun semangat pengabdian anggota kepolisian.
Personel muda dapat melihat bahwa loyalitas dan dedikasi selama bertugas akan selalu dihargai institusi.
Selain itu, tradisi penghormatan kepada personel pensiun juga memperlihatkan sisi humanis institusi kepolisian di mata masyarakat.
Polri tidak hanya dipandang sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga organisasi yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan penghormatan terhadap pengabdian.
Dalam konteks pelayanan publik, pengalaman para purnawirawan juga dinilai tetap relevan.
Banyak pensiunan Polri yang kemudian aktif dalam kegiatan sosial, pembinaan masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan.
Hal itu menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara tidak berhenti ketika masa dinas berakhir.
Kapolres Belitung Timur berharap semangat pengabdian Kompol Hamonangan Simbolon dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polres Belitung Timur dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Ia menekankan pentingnya menjaga nama baik institusi dengan bekerja profesional, humanis, dan berintegritas.
“Semoga seluruh dedikasi dan pengabdian beliau menjadi amal ibadah serta memberikan inspirasi bagi generasi penerus di lingkungan Polres Belitung Timur,” ujarnya.
Sementara itu, keluarga besar Polres Belitung Timur menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan Kompol Hamonangan Simbolon selama berdinas.
Pengabdian panjang yang dijalani dinilai telah memberikan warna tersendiri dalam perjalanan institusi kepolisian di Belitung Timur.
Momentum pelepasan purna bakti ini juga menjadi refleksi bahwa di balik seragam dan tugas berat aparat penegak hukum, terdapat perjalanan panjang pengabdian yang penuh pengorbanan.
Setiap anggota Polri yang menyelesaikan masa tugas dengan baik sejatinya telah memberikan kontribusi penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan pelayanan kepada masyarakat.
Tradisi Pedang Pora yang mengiringi langkah terakhir Kompol Hamonangan Simbolon sebagai anggota aktif Polri menjadi simbol penghormatan atas perjalanan panjang tersebut.
Di tengah perubahan zaman dan tantangan tugas yang semakin kompleks, nilai loyalitas, integritas, dan pengabdian tetap menjadi fondasi utama yang dijunjung tinggi dalam tubuh kepolisian Republik Indonesia. | RumahGadangNews.Com | */Redaksi | *** |

No Comments