x
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM [RGN#NEWS] WARKOP HARLEX MANGGAR SEDIA TEH MANIS - KOP SUSU - KOPI O - JUS - COKLAT DINGIN - COKLAT HANGAT & ANEKA KULINER ALAMAT JALAN SITU KULONG MINYAK MANGGAR DEKAT KAWASAN WISATA KULONG MINYAK BELITUNG TIMUR [RGN#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH NYAMAN & PENUH PESONA [RGN#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [RGN#NEWS] MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [RGN#NEWS]

Kapolri Ungkap Panen Jagung Polri Capai 3,9 Juta Ton

6 minutes reading
Sunday, 17 May 2026 09:34 157 RumahGadangNewsCom

RumahGadangNews.Com | JSCgroupmedia ~ Listyo Sigit Prabowo memaparkan capaian program panen raya jagung Polri kuartal I dan II tahun 2025 di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dalam agenda Panen Raya Jagung Serentak yang digelar di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.

Dalam laporan tersebut, Kapolri menyampaikan bahwa sepanjang 2025 Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung di lahan seluas 661.112 hektar dengan total hasil panen mencapai 3,9 juta ton.

Program tersebut dinilai turut berkontribusi terhadap peningkatan produksi jagung nasional sebesar 6,74 persen atau sekitar 1,8 juta ton, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan ketahanan gizi nasional.

Kegiatan Panen Raya Jagung Serentak itu menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program strategis nasional di sektor pangan.

Selain dihadiri jajaran kepolisian dan pemerintah daerah, agenda tersebut juga menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan program pertanian yang melibatkan sinergi antara aparat keamanan, petani, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam paparannya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa program penanaman jagung yang dilakukan Polri tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan dilaksanakan melalui pendekatan kolaboratif bersama masyarakat serta kelompok tani.

Menurut Kapolri, program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi jagung semata, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global yang memengaruhi sektor pertanian dan distribusi pangan dunia.

“Sepanjang tahun 2025, Polri telah merealisasikan penanaman jagung di lahan seluas 661.112 hektar dengan hasil panen mencapai 3,9 juta ton,” ujar Kapolri di hadapan Presiden RI dan para peserta panen raya.

Ia menjelaskan, hasil panen tersebut memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi jagung nasional.

Berdasarkan data yang dipaparkan, produksi jagung nasional mengalami kenaikan sebesar 6,74 persen atau sekitar 1,8 juta ton dibanding periode sebelumnya.

Peningkatan produksi tersebut dinilai penting mengingat jagung merupakan salah satu komoditas strategis nasional yang memiliki peran besar dalam mendukung ketahanan pangan, industri pakan ternak, hingga sektor peternakan nasional.

Selain kebutuhan domestik, jagung Indonesia juga mulai menunjukkan potensi untuk bersaing di pasar ekspor.

Dalam kegiatan Panen Raya Kuartal II, Kapolri menyebut sebanyak 100 ton jagung akan diekspor ke Malaysia melalui jalur perbatasan Jagoi Babang di Kalimantan Barat.

Ekspor tersebut menjadi salah satu indikator bahwa produksi jagung nasional mulai mengalami peningkatan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas hasil panen.

“Pada Panen Raya Kuartal II, panen dilakukan di lahan seluas 189.760 hektar dengan potensi hasil mencapai 1,23 juta ton,” kata Kapolri.

Program panen raya jagung Polri sendiri menjadi bagian dari upaya mendukung agenda ketahanan pangan nasional yang terus menjadi perhatian pemerintah.

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor pangan menjadi salah satu prioritas strategis karena berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan ketahanan negara.

Di tengah dinamika ekonomi global, perubahan iklim, dan tantangan distribusi pangan dunia, peningkatan produksi pangan dalam negeri dianggap menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan.

Keterlibatan Polri dalam sektor pertanian juga menunjukkan pendekatan baru dalam mendukung pembangunan nasional.

Selain menjalankan fungsi keamanan dan penegakan hukum, institusi kepolisian kini turut mengambil peran dalam mendukung program-program sosial dan ekonomi masyarakat.

Program #PanenRayaPolri yang dijalankan sepanjang 2025 disebut tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga diarahkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan gizi masyarakat.

Dalam praktiknya, program tersebut melibatkan pendampingan kepada petani, pemanfaatan lahan produktif, distribusi bibit, hingga penguatan koordinasi antarinstansi di daerah.

Di sejumlah wilayah, program penanaman jagung juga dinilai membantu mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur yang sebelumnya belum dikelola secara maksimal.

Dengan dukungan berbagai pihak, lahan-lahan tersebut kini mulai dimanfaatkan untuk mendukung produksi pangan lokal.

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam agenda panen raya tersebut juga memperlihatkan bahwa sektor pertanian tetap menjadi perhatian utama pemerintah.

Ketahanan pangan dipandang sebagai salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks ekonomi, peningkatan produksi jagung nasional memiliki dampak luas terhadap berbagai sektor.

Jagung tidak hanya menjadi bahan pangan konsumsi, tetapi juga merupakan komponen utama industri pakan ternak yang sangat berpengaruh terhadap sektor peternakan unggas dan pangan protein masyarakat.

Ketersediaan jagung yang stabil dinilai dapat membantu menjaga harga pakan ternak tetap terkendali, sehingga berdampak pada stabilitas harga daging ayam dan telur di pasaran.

Selain itu, peningkatan produksi jagung juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sektor pertanian.

Bertambahnya luas tanam dan meningkatnya hasil panen dapat menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi desa, serta meningkatkan pendapatan petani di berbagai daerah.

Program panen raya yang melibatkan aparat kepolisian juga dianggap mampu memperkuat hubungan antara institusi negara dan masyarakat.

Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan pertanian, Polri dinilai semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat di sektor riil.

Di sisi lain, keberhasilan program tersebut juga tidak lepas dari peran petani sebagai ujung tombak produksi pangan nasional.

Kerja keras petani dalam mengelola lahan dan menjaga produktivitas pertanian tetap menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan sektor pangan Indonesia.

Dalam beberapa kesempatan, pemerintah terus mendorong modernisasi sektor pertanian agar produktivitas pangan nasional dapat terus meningkat.

Penggunaan teknologi pertanian, peningkatan kualitas bibit, penguatan irigasi, hingga akses pembiayaan bagi petani menjadi bagian penting dalam strategi penguatan sektor pangan nasional.

Peningkatan produksi jagung melalui program Panen Raya Polri juga menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor dapat memberikan dampak positif terhadap pembangunan nasional.

Keterlibatan institusi keamanan, pemerintah daerah, petani, hingga pelaku usaha menjadi contoh sinergi yang dinilai efektif dalam memperkuat ketahanan pangan.

Meski demikian, tantangan sektor pertanian ke depan masih cukup besar.

Perubahan iklim, ancaman gagal panen, fluktuasi harga komoditas, hingga keterbatasan akses teknologi di sejumlah daerah menjadi persoalan yang masih harus dihadapi secara bersama.

Karena itu, keberlanjutan program penguatan pangan membutuhkan dukungan jangka panjang dan konsistensi kebijakan agar hasil yang dicapai dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Keberhasilan panen jagung yang dipaparkan Kapolri di Tuban menjadi salah satu gambaran bahwa sektor pertanian Indonesia masih memiliki potensi besar untuk berkembang apabila didukung kolaborasi yang kuat dan pengelolaan yang tepat.

Selain memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional, peningkatan produksi jagung juga membuka peluang Indonesia untuk memperluas pasar ekspor komoditas pertanian ke berbagai negara.

Ekspor 100 ton jagung ke Malaysia melalui Kalimantan Barat menjadi langkah awal yang menunjukkan potensi daya saing hasil pertanian Indonesia di pasar regional.

Dalam konteks sosial, program ketahanan pangan juga memiliki dampak penting terhadap upaya pengurangan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Ketika sektor pertanian tumbuh dan produktivitas meningkat, maka ekonomi masyarakat pedesaan juga ikut bergerak.

Karena itu, pembangunan sektor pangan tidak hanya dipandang sebagai agenda ekonomi, tetapi juga bagian dari strategi menjaga stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Melalui Program #PanenRayaPolri, pemerintah dan institusi kepolisian ingin menunjukkan bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi seluruh elemen bangsa.

Panen raya jagung di Tuban pada akhirnya tidak hanya menjadi simbol keberhasilan produksi pertanian, tetapi juga mencerminkan pentingnya kolaborasi nasional dalam menghadapi tantangan pangan masa depan.

Dengan capaian produksi mencapai 3,9 juta ton dan kontribusi terhadap peningkatan produksi nasional, program tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian tetap memiliki posisi strategis dalam pembangunan Indonesia.

Di tengah tantangan global yang terus berkembang, ketahanan pangan dan ketahanan gizi menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas negara dan memastikan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. | RumahGdangNews.Com | */Redaksi | *** |

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

LAINNYA
x