x
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM [RGN#NEWS] WARKOP HARLEX MANGGAR SEDIA TEH MANIS - KOP SUSU - KOPI O - JUS - COKLAT DINGIN - COKLAT HANGAT & ANEKA KULINER ALAMAT JALAN SITU KULONG MINYAK MANGGAR DEKAT KAWASAN WISATA KULONG MINYAK BELITUNG TIMUR [RGN#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH NYAMAN & PENUH PESONA [RGN#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [RGN#NEWS] MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [RGN#NEWS]

Dukungan Menguat, Sumbar Dinilai Layak Jadi Daerah Istimewa

6 minutes reading
Wednesday, 24 Jun 2026 23:35 628 RumahGadangNewsCom

RumahGadangNews.Com | JSCgroupmedia ~ Wacana menjadikan Sumatera Barat sebagai Daerah Istimewa kembali mengemuka setelah Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy menyatakan provinsi tersebut layak memperoleh status kekhususan.

Pernyataan itu mendapat dukungan dari berbagai tokoh Minangkabau, termasuk Ketua Departemen Bundo Kanduang Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) Hj. Herlina Hasan Basri dan Wakil Ketua Umum DPP IKM sekaligus anggota DPD RI Hj. Fahira Idris.

Dukungan tersebut didasarkan pada pertimbangan historis, budaya, serta kontribusi besar masyarakat Minangkabau terhadap perjalanan bangsa Indonesia sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga pembentukan negara.

Para tokoh berharap gagasan tersebut dapat dikaji secara serius sebagai bagian dari upaya memberikan pengakuan terhadap nilai sejarah dan kekhasan budaya yang dimiliki Sumatera Barat.

Munculnya kembali wacana Daerah Istimewa Sumatera Barat menjadi perhatian karena menyentuh aspek sejarah, identitas budaya, serta hubungan antara daerah dan negara.

Di tengah berbagai diskusi mengenai penguatan otonomi daerah dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal, usulan tersebut dinilai memiliki landasan historis yang kuat untuk dibahas lebih lanjut melalui mekanisme konstitusional yang berlaku.

Ketua Departemen Bundo Kanduang DPP IKM, Hj. Herlina Hasan Basri, menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan yang disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat.

Menurutnya, aspirasi menjadikan Sumatera Barat sebagai Daerah Istimewa bukanlah gagasan baru.

Ia mengaku telah memperjuangkan wacana tersebut sejak tahun 2014 karena meyakini bahwa Sumatera Barat memiliki kontribusi besar dalam sejarah pembentukan Republik Indonesia.

“Kami sangat mendukung pernyataan Wakil Gubernur Sumbar.

Secara pribadi, saya sudah memperjuangkan gagasan ini sejak 2014. Sudah saatnya Sumatera Barat mendapatkan pengakuan yang layak atas sejarah dan kontribusinya bagi bangsa,” ujar Herlina.

Menurut Herlina, posisi Sumatera Barat dalam sejarah Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perjuangan para tokoh Minangkabau yang berperan penting sejak era pergerakan nasional, masa revolusi kemerdekaan, hingga periode awal pembangunan negara.

See also  Siswi SMKN 1 Belitung Ukir Prestasi Karate Internasional

Kontribusi tersebut, kata dia, menjadi salah satu alasan utama mengapa daerah tersebut layak memperoleh status istimewa sebagaimana daerah-daerah lain yang telah memiliki kekhususan berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

Ia menilai masyarakat Minangkabau memiliki jejak panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh nasional yang memberikan sumbangsih besar bagi lahirnya dan tegaknya Republik Indonesia.

Dari bidang politik, pendidikan, diplomasi, ekonomi hingga kebudayaan, tokoh-tokoh asal Minangkabau tercatat memainkan peran penting dalam perjalanan bangsa.

Dalam argumentasinya, Herlina mengingatkan bahwa sejumlah tokoh nasional yang berasal dari ranah Minang memiliki kontribusi besar dalam proses kemerdekaan Indonesia.

Banyak pemikir, pejuang, diplomat, ulama, dan negarawan yang lahir dari Sumatera Barat serta berperan dalam menentukan arah perjalanan bangsa.

Selain faktor sumber daya manusia, Herlina juga menyoroti peran strategis Sumatera Barat pada masa mempertahankan kemerdekaan.

Salah satu peristiwa penting yang kerap menjadi rujukan adalah keberadaan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dijalankan dari wilayah Sumatera Barat saat pemerintah pusat menghadapi situasi kritis akibat agresi militer Belanda.

Menurutnya, keberadaan PDRI menjadi bukti nyata bahwa Sumatera Barat pernah menjadi pusat penyelamatan eksistensi negara pada masa-masa paling menentukan dalam sejarah Indonesia.

Ketika sejumlah pemimpin nasional ditangkap oleh Belanda pada akhir 1948, pemerintahan darurat yang dipimpin Syafruddin Prawiranegara memastikan bahwa Republik Indonesia tetap eksis dan diakui secara politik.

“Bukittinggi dan wilayah Sumatera Barat memiliki peran penting dalam keberlangsungan negara melalui PDRI. Peristiwa itu merupakan bagian penting dari sejarah nasional yang tidak boleh dilupakan,” ujarnya.

PDRI sendiri merupakan salah satu tonggak sejarah penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Pemerintahan darurat tersebut dibentuk setelah Presiden dan Wakil Presiden saat itu ditangkap oleh Belanda.

Dari wilayah Sumatera Barat, roda pemerintahan tetap berjalan sehingga keberadaan Republik Indonesia tetap terjaga di mata dunia internasional.

Selain aspek perjuangan kemerdekaan, Herlina juga menyoroti fakta sejarah bahwa tokoh asal Minangkabau pernah memegang posisi tertinggi dalam pemerintahan Indonesia pada masa transisi dan keadaan darurat negara.

See also  Polres Bogor Lindungi Warga yang Melawan Begal

Nama Syafruddin Prawiranegara kerap disebut sebagai figur sentral dalam menjaga keberlangsungan pemerintahan Republik saat kondisi nasional menghadapi ancaman serius.

Dukungan terhadap status Daerah Istimewa Sumatera Barat juga diperkuat oleh Wakil Ketua Umum DPP IKM sekaligus anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Hj. Fahira Idris.

Menurut Fahira, sejarah panjang Sumatera Barat dalam perjuangan bangsa merupakan modal penting yang patut menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan kebijakan mengenai status daerah.

Ia menilai pengakuan terhadap sejarah dan kebudayaan daerah merupakan bagian dari upaya memperkuat identitas nasional yang dibangun dari keberagaman budaya dan pengalaman historis berbagai daerah di Indonesia.

Sebelumnya, gagasan serupa juga pernah disampaikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sejumlah kesempatan.

Dalam salah satu sambutannya pada forum Musyawarah Nasional DPP IKM, Fadli Zon menyinggung pentingnya pengakuan terhadap posisi dan kontribusi Sumatera Barat dalam sejarah Indonesia.

Pandangan tersebut menambah daftar tokoh nasional yang melihat adanya dasar historis dan budaya yang kuat dalam usulan pemberian status istimewa kepada Sumatera Barat.

Meski demikian, pemberian status Daerah Istimewa tentu memerlukan kajian mendalam dari berbagai aspek, termasuk aspek hukum, tata pemerintahan, politik, sosial, ekonomi, dan konstitusional.

Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, status daerah istimewa diberikan kepada wilayah yang memiliki karakteristik khusus berdasarkan pertimbangan sejarah, budaya, maupun faktor lain yang diakui negara.

Saat ini, beberapa daerah telah memiliki status kekhususan atau keistimewaan melalui regulasi yang diatur secara khusus oleh pemerintah pusat dan DPR RI.

Karena itu, setiap usulan mengenai pembentukan daerah istimewa baru harus melalui proses kajian akademik yang komprehensif serta pembahasan politik dan legislasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Pemerintah pusat, DPR, DPD, akademisi, tokoh masyarakat, dan unsur daerah perlu duduk bersama untuk menelaah dasar, tujuan, serta implikasi dari usulan tersebut.

Di sisi lain, munculnya kembali wacana Daerah Istimewa Sumatera Barat menunjukkan semakin kuatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan sejarah dan budaya lokal.

See also  Kuliner Aceh Makin Diburu, Mie Aceh Jadi Primadona

Dalam era modern yang ditandai oleh globalisasi dan perubahan sosial yang cepat, identitas budaya daerah menjadi salah satu aset penting yang perlu dilestarikan.

Masyarakat Minangkabau selama ini dikenal memiliki sistem adat yang kuat, tradisi musyawarah yang mengakar, serta filosofi kehidupan yang menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia.

Nilai-nilai tersebut tidak hanya hidup di Sumatera Barat, tetapi juga menyebar melalui jaringan perantauan Minangkabau yang tersebar di berbagai daerah bahkan hingga mancanegara.

Dari perspektif sosial, penguatan identitas budaya daerah juga dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap pelestarian tradisi, pengembangan pendidikan berbasis budaya, serta peningkatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pengakuan terhadap kekhasan daerah sering kali menjadi momentum untuk memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap sejarah dan budayanya sendiri.

Namun demikian, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa pembahasan mengenai status daerah istimewa harus tetap dilakukan secara objektif dan berdasarkan parameter yang jelas.

Argumentasi historis dan budaya perlu dilengkapi dengan kajian akademik yang dapat dipertanggungjawabkan agar menghasilkan kebijakan yang tepat dan berkelanjutan.

Bagi masyarakat Sumatera Barat, wacana ini bukan sekadar persoalan administratif atau status pemerintahan.

Lebih dari itu, isu tersebut menyangkut penghargaan terhadap perjalanan sejarah panjang daerah yang telah memberikan kontribusi besar bagi lahir dan berkembangnya Republik Indonesia.

Menguatnya dukungan dari berbagai tokoh Minangkabau menunjukkan bahwa aspirasi mengenai Daerah Istimewa Sumatera Barat masih memiliki ruang yang luas dalam diskursus publik.

Meski jalan menuju realisasi gagasan tersebut masih panjang dan memerlukan proses konstitusional yang tidak sederhana, diskusi yang berkembang saat ini menjadi momentum penting untuk kembali menelaah kontribusi Sumatera Barat dalam sejarah bangsa.

Pada akhirnya, apapun keputusan yang akan diambil di masa depan, perdebatan ini setidaknya mengingatkan publik bahwa perjalanan Indonesia dibangun oleh kontribusi berbagai daerah, dan penghargaan terhadap sejarah serta budaya merupakan bagian penting dalam menjaga persatuan dan identitas nasional. | RumahGadangNews.Com | */Redaksi | *** |

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Media Sosial

LAINNYA
x