x
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM [RGN#NEWS] WARKOP HARLEX MANGGAR SEDIA TEH MANIS - KOP SUSU - KOPI O - JUS - COKLAT DINGIN - COKLAT HANGAT & ANEKA KULINER ALAMAT JALAN SITU KULONG MINYAK MANGGAR DEKAT KAWASAN WISATA KULONG MINYAK BELITUNG TIMUR [RGN#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH NYAMAN & PENUH PESONA [RGN#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [RGN#NEWS] MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [RGN#NEWS]

Bripka Supriyono Bangun Masjid Rp1 Miliar dari Hasil Jerih Payah

5 minutes reading
Tuesday, 11 Aug 2026 06:16 136 RumahGadangNewsCom

RumahGadangNews.Com | JSCgroupmedia ~ Di tengah kesibukannya sebagai anggota kepolisian, Bripka Supriyono memilih mengalokasikan hasil jerih payahnya untuk membangun sebuah rumah ibadah yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Keprihatinannya melihat warga Desa Labota, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, kesulitan menampung jamaah saat salat Jumat mendorong Supriyono bersama keluarganya membangun Masjid Annisa menggunakan dana pribadi.

Pembangunan masjid tersebut dilakukan secara bertahap selama kurang lebih satu tahun, mulai 2022 hingga selesai dan diresmikan pada Juni 2023.

Total dana yang digunakan disebut mencapai sekitar Rp1 miliar, yang dikumpulkan dari penghasilan pribadi selama puluhan tahun, tabungan, hasil usaha kos-kosan, serta dukungan dari sang istri.

Bagi Supriyono, pembangunan Masjid Annisa bukanlah upaya mengejar kemewahan. Tujuan utamanya sederhana, yakni menyediakan tempat ibadah yang lebih dekat, layak dan nyaman bagi warga Desa Labota.

Keputusan tersebut menjadi gambaran bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu dilakukan melalui jabatan atau pekerjaan formal.

Dalam kapasitasnya sebagai anggota kepolisian, Supriyono memilih memperluas pengabdian melalui sesuatu yang menurutnya dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Gagasan membangun masjid bermula dari kondisi warga yang membutuhkan tempat ibadah dengan kapasitas lebih memadai.

Ketika jumlah jamaah meningkat, fasilitas yang tersedia sebelumnya dinilai belum mampu memberikan ruang yang cukup, terutama saat pelaksanaan salat Jumat.

Kondisi tersebut kemudian mendorong Supriyono untuk mengambil inisiatif. Alih-alih hanya menyampaikan keprihatinan, ia bersama keluarga mulai memikirkan langkah nyata yang dapat dilakukan sesuai kemampuan.

See also  Rumah Gadang USA Jaga Marwah Minang di Amerika

Pembangunan Masjid Annisa akhirnya dilakukan secara bertahap. Prosesnya membutuhkan waktu sekitar satu tahun hingga masjid tersebut dapat digunakan dan kemudian diresmikan pada Juni 2023.

Dana pembangunan berasal dari sumber keuangan pribadi Supriyono. Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan selama puluhan tahun, tabungan, serta hasil usaha kos-kosan menjadi bagian dari sumber pembiayaan pembangunan.

Dukungan dari sang istri juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan niat tersebut.

Keputusan mengalokasikan dana sekitar Rp1 miliar untuk pembangunan rumah ibadah tentu bukan keputusan kecil. Dana tersebut merupakan hasil dari proses panjang dalam mengelola penghasilan dan usaha keluarga.

Namun, bagi Supriyono, nilai sebuah rezeki tidak hanya diukur dari apa yang dapat dinikmati secara pribadi. Ada bagian yang menurutnya lebih bermakna ketika dapat digunakan untuk membantu kebutuhan masyarakat.

Masjid Annisa kemudian berkembang menjadi lebih dari sekadar bangunan tempat ibadah. Masjid tersebut juga menjadi ruang berkumpul dan berbagi bagi masyarakat sekitar.

Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan Supriyono adalah program “Jumat Berbagi”. Melalui program tersebut, makanan dan minuman dibagikan kepada jamaah setelah atau dalam rangka pelaksanaan kegiatan salat Jumat.

Program sederhana tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan masjid dapat menjadi pusat kegiatan sosial masyarakat.

Rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat melaksanakan ritual keagamaan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian, kebersamaan dan solidaritas antarwarga.

Bagi masyarakat Desa Labota, kehadiran masjid yang lebih dekat dan nyaman juga memberikan manfaat praktis. Warga memiliki tempat ibadah yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

Kisah Supriyono menjadi menarik karena pembangunan tersebut dilakukan dari hasil jerih payah pribadi, bukan dengan orientasi mencari keuntungan.

See also  Thailand Uji Ulang Land Bridge, Selat Malaka Masih Jadi Jalur Utama

Ia memandang apa yang telah dikeluarkan untuk pembangunan masjid bukan sebagai kehilangan harta, melainkan sebagai bentuk investasi kebaikan.

Pandangan tersebut memperlihatkan cara berbeda dalam memaknai rezeki.

Ketika sebagian orang mengukur keberhasilan dari banyaknya aset yang dikumpulkan, Supriyono memilih melihat sebagian hasil kerja kerasnya dari seberapa jauh dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Nilai tersebut juga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa kontribusi sosial tidak selalu harus dimulai dengan kemampuan yang besar.

Yang terpenting adalah kemauan untuk melihat persoalan di sekitar dan mengambil tindakan sesuai kemampuan.

Masjid Annisa menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan sosial dapat diwujudkan dalam bentuk nyata.

Masalah keterbatasan tempat ibadah yang dihadapi warga tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi direspons melalui sebuah inisiatif yang kemudian menghasilkan fasilitas yang dapat digunakan bersama.

Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, keberadaan ruang bersama seperti masjid memiliki nilai sosial yang penting.

Selain menjadi tempat beribadah, masjid dapat menjadi sarana membangun komunikasi, mempererat hubungan antarwarga dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Karena itu, keberadaan Masjid Annisa di Desa Labota diharapkan dapat terus dipelihara dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

Supriyono juga berharap masjid tersebut tidak berhenti memberikan manfaat hanya selama dirinya masih aktif mendukung berbagai kegiatan.

Ia ingin rumah ibadah itu terus hidup, digunakan masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan sosial warga dalam jangka panjang.

Harapan tersebut sejalan dengan prinsip bahwa sebuah fasilitas publik akan memiliki nilai yang lebih besar apabila dirawat dan dikelola bersama.

See also  Dukungan Menguat, Sumbar Dinilai Layak Jadi Daerah Istimewa

Kisah ini sekaligus memberikan pesan bahwa pengabdian dapat dilakukan dalam berbagai bentuk.

Seorang anggota kepolisian tidak hanya memiliki tanggung jawab menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga dapat menunjukkan kepedulian sosial melalui tindakan nyata di lingkungan tempat masyarakat hidup.

Apa yang dilakukan Supriyono juga menunjukkan pentingnya keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketika seseorang memiliki kesempatan untuk berbagi, keputusan menggunakan sebagian rezekinya bagi kepentingan bersama dapat memberikan dampak yang jauh melampaui nilai materi yang dikeluarkan.

Namun, yang paling penting bukanlah besarnya nilai pembangunan, melainkan keberlanjutan manfaat yang dihasilkan.

Masjid yang dibangun dengan dana sekitar Rp1 miliar tersebut kini diharapkan menjadi tempat tumbuhnya kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.

Program Jumat Berbagi menjadi salah satu contoh bagaimana fasilitas tersebut dapat dikembangkan sebagai ruang berbagi.

Bagi Supriyono, apa yang telah diberikan kepada masyarakat bukanlah sesuatu yang perlu dihitung sebagai kerugian.

Ia berharap Masjid Annisa terus memberikan manfaat bagi warga Desa Labota dan menjadi amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir.

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan seseorang tidak selalu harus diwujudkan melalui kemewahan pribadi.

Ada pula keberhasilan yang lahir ketika hasil kerja keras dapat berubah menjadi sesuatu yang berguna bagi banyak orang.

Dari Desa Labota, Morowali, cerita tentang Masjid Annisa menghadirkan pesan sederhana: rezeki yang dibagikan untuk kemaslahatan bersama dapat meninggalkan jejak kebaikan yang jauh lebih panjang daripada usia manusia.

Dan selama masjid itu terus digunakan untuk beribadah, berbagi dan mempererat persaudaraan, harapan Supriyono agar amal tersebut terus mengalir akan tetap hidup bersama masyarakat yang merasakan manfaatnya. | RumahGadangNews.Com | */Redaksi | *** |

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Media Sosial

LAINNYA
x