
Foto ; dok/fb* RumahGadangNews.Com | JSCgroupmedia ~ Di tengah kesibukan sebagai profesional di industri telekomunikasi Australia, Yousfi B. Latif, seorang perantau Minangkabau asal Pekanbaru, Riau, terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan adat, budaya, dan nilai-nilai Minangkabau di Negeri Kangguru.

Melalui berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan pendidikan budaya yang digelar bersama komunitas diaspora, Yousfi membuktikan bahwa keberhasilan berkarier di tingkat internasional dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya dan memperkuat tali silaturahmi antarsesama perantau.
Lahir di Pekanbaru dari keluarga Minangkabau bersuku Koto, Yousfi tumbuh dengan nilai-nilai adat yang kuat meskipun dibesarkan di luar tanah kelahiran leluhurnya di Sumatera Barat.
Nilai kebersamaan, gotong royong, penghormatan kepada orang tua, serta pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan menjadi bekal yang terus ia pegang hingga meniti karier di berbagai negara.

Perjalanan pendidikannya dimulai di Universitas Budi Luhur, tempat ia menyelesaikan studi Sarjana Teknik Informatika.
Setelah itu, Yousfi meningkatkan kompetensinya dengan meraih sertifikasi internasional Project Management Professional (PMP) yang menjadi modal penting dalam membangun karier di sektor telekomunikasi global.
Selama lebih dari tiga dekade, Yousfi terlibat dalam berbagai proyek strategis di sejumlah negara, antara lain Indonesia, Amerika Serikat, Belanda, Arab Saudi, Singapura, hingga akhirnya menetap di Australia sejak 2011.
Saat ini, ia dipercaya menjabat sebagai Program Manager di salah satu perusahaan telekomunikasi di Sydney, menangani berbagai proyek yang berkaitan dengan pengembangan infrastruktur dan transformasi teknologi.
Namun, kesuksesan profesional tidak membuatnya melupakan akar budaya. Di sela kesibukannya, setiap akhir pekan Yousfi aktif mengajar anak-anak diaspora mengenai adat istiadat, bahasa, dan nilai-nilai Minangkabau melalui berbagai kegiatan komunitas di Surau Sydney.
Baginya, pendidikan budaya sejak usia dini merupakan investasi penting agar generasi penerus tetap mengenal identitas leluhur meskipun tumbuh jauh dari kampung halaman.
Komitmennya terhadap komunitas juga diwujudkan melalui perannya sebagai Ketua Ikatan Keluarga Minang Saiyo Sydney (IKMSS) periode 2025–2027.
Di bawah kepemimpinannya, berbagai kegiatan sosial, keagamaan, silaturahmi, dan pelestarian budaya terus digalakkan untuk mempererat hubungan antarsesama warga Minang yang bermukim di Australia.
Bersama sang istri, Octavillia Yunus, serta ketiga anak mereka, Yousfi berupaya menjadikan keluarganya sebagai ruang pertama dalam menanamkan nilai-nilai budaya Minangkabau.
Penggunaan bahasa Minang dalam kehidupan sehari-hari, pengenalan adat, serta penghormatan terhadap tradisi menjadi bagian dari pendidikan keluarga yang terus diwariskan kepada anak-anak mereka.

Menurut Yousfi, merantau bukanlah alasan untuk meninggalkan identitas budaya.
Sebaliknya, pengalaman hidup di luar negeri justru menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di antara para perantau.
Kisah perjalanan hidup Yousfi menjadi inspirasi bahwa kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan karier profesional dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya.
Di era globalisasi dan transformasi digital, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tidak harus menghilangkan jati diri, melainkan dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya bangsa ke tingkat dunia.
Bagi generasi muda Minangkabau, perjalanan Yousfi memberikan pesan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari pencapaian akademik atau profesional, tetapi juga dari kemampuan menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh leluhur.
Semangat merantau yang menjadi bagian dari falsafah hidup masyarakat Minang hendaknya diiringi dengan komitmen untuk tetap menjaga adat, memperkuat silaturahmi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di mana pun berada.
Di tengah semakin terbukanya dunia tanpa batas, peran komunitas diaspora menjadi semakin penting dalam menjaga keberlangsungan budaya Indonesia.
Melalui kolaborasi, pendidikan, dan keteladanan, nilai-nilai Minangkabau dapat terus hidup dan berkembang lintas generasi.
Kisah Yousfi B. Latif menjadi bukti bahwa sejauh apa pun langkah seorang perantau, akar budaya tetap dapat tumbuh kuat, menjadi sumber inspirasi, sekaligus jembatan yang menghubungkan kampung halaman dengan dunia internasional. | RumahGadangNews.Com | */Redaksi | *** |

No Comments