x
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM [RGN#NEWS] WARKOP HARLEX MANGGAR SEDIA TEH MANIS - KOP SUSU - KOPI O - JUS - COKLAT DINGIN - COKLAT HANGAT & ANEKA KULINER ALAMAT JALAN SITU KULONG MINYAK MANGGAR DEKAT KAWASAN WISATA KULONG MINYAK BELITUNG TIMUR [RGN#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH NYAMAN & PENUH PESONA [RGN#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [RGN#NEWS] MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [RGN#NEWS]

Datuak Maharajo Palinduang, Kaji Pemikiran M Natsir

4 minutes reading
Friday, 3 Jul 2026 09:50 241 RumahGadangNewsCom

RumahGadangNews.Com | JSCgroupmedia ~ Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. H. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., Datuak Maharajo Palinduang, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Filsafat dari Universitas Indonesia setelah mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor yang berlangsung di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Kamis (2/7/2026).

Disertasi Bahas Pemikiran Mohammad Natsir tentang Islam dan Negara

Disertasi tersebut mengkaji kembali pemikiran Pahlawan Nasional Mohammad Natsir mengenai relasi Islam, negara, dan demokrasi melalui pendekatan hermeneutika fenomenologis-eksistensial.

Sidang promosi ini menandai keberhasilan Yusril menyelesaikan studi doktoral setelah menempuh pendidikan selama sekitar lima tahun.

Keberhasilan tersebut menambah panjang rekam jejak akademik Yusril yang selama ini dikenal sebagai pakar hukum tata negara, akademisi, sekaligus pejabat negara.

Selain aktif dalam pemerintahan, ia tetap menjalankan aktivitas akademik melalui penelitian, penulisan, dan pengembangan pemikiran di bidang hukum, politik, konstitusi, serta filsafat.

Melengkapi Perjalanan Akademik

Perolehan gelar Doktor Ilmu Filsafat menjadi capaian akademik terbaru bagi Yusril setelah sebelumnya dikenal memiliki latar belakang pendidikan hukum dan ilmu politik.

Dalam berbagai kesempatan, Yusril menyampaikan bahwa ketertarikannya mempelajari filsafat lahir dari keinginan memperluas perspektif dalam memahami persoalan hukum, politik, negara, dan kehidupan berbangsa.

See also  Bidan Puskesmas Sikapak Raih Qari’ah Terbaik I MTQ KORPRI Nasional

Usai sidang promosi doktor, Yusril mengungkapkan bahwa penyusunan disertasinya membutuhkan waktu sekitar lima tahun.

Ia mengakui proses tersebut berlangsung di tengah kesibukannya menjalankan berbagai amanah sebagai pejabat negara.

“Disertasi itu saya tulis cukup lama.

Saya mengikuti program doktor di bidang filsafat ini selama lima tahun dan baru menyelesaikannya hari ini,” ujar Yusril seusai sidang promosi doktor.

Menurutnya, filsafat memberikan cara pandang yang lebih luas dalam memahami berbagai persoalan hukum dan politik sehingga analisis terhadap berbagai isu kenegaraan tidak hanya bertumpu pada pendekatan normatif, tetapi juga mempertimbangkan dimensi etika, nilai, dan peradaban.

Mengangkat Pemikiran Mohammad Natsir

Fokus utama disertasi Yusril adalah pemikiran Mohammad Natsir, salah satu tokoh penting dalam sejarah intelektual dan politik Indonesia.

Kajian tersebut menelaah kembali hubungan Islam, negara, demokrasi, dan konstitusi melalui pendekatan filsafat modern.

Pendekatan hermeneutika fenomenologis-eksistensial digunakan untuk membaca ulang gagasan Natsir dalam konteks Indonesia kontemporer.

Melalui pendekatan tersebut, pemikiran tokoh sejarah tidak hanya dipahami sebagai produk zamannya, tetapi juga dianalisis relevansinya terhadap tantangan kehidupan berbangsa saat ini.

Kajian tersebut memperlihatkan bahwa diskursus mengenai hubungan agama dan negara tetap menjadi salah satu tema penting dalam pengembangan ilmu politik, hukum tata negara, serta filsafat politik Indonesia.

Kontribusi Akademik bagi Ilmu Hukum dan Politik

Keberhasilan Yusril mempertahankan disertasinya dinilai memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian interdisipliner antara filsafat, hukum tata negara, politik, demokrasi, dan studi keislaman.

See also  SMA Unggul Garuda Sambut Siswa Baru dari Seluruh Indonesia

Selama ini Yusril dikenal luas sebagai akademisi yang aktif menulis buku, artikel ilmiah, dan berbagai kajian mengenai konstitusi, ketatanegaraan, serta sistem hukum Indonesia.

Dengan latar belakang tersebut, kajian filsafat yang ditempuhnya dipandang melengkapi perspektif akademik yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Sejumlah kalangan menilai penelitian mengenai pemikiran Mohammad Natsir membuka ruang diskusi ilmiah yang lebih luas mengenai hubungan nilai-nilai keagamaan dengan sistem demokrasi dan konstitusi di Indonesia.

Pendidikan Tinggi dan Tradisi Keilmuan

Sidang promosi doktor juga menjadi gambaran bahwa tradisi akademik tetap dapat berjalan berdampingan dengan pengabdian di ruang publik.

Di tengah tugas pemerintahan yang padat, penyelesaian studi doktor menunjukkan pentingnya budaya belajar sepanjang hayat bagi setiap insan akademik maupun penyelenggara negara.

Dalam konteks pendidikan tinggi, penyusunan disertasi doktor bukan hanya menjadi syarat memperoleh gelar akademik, tetapi juga merupakan kontribusi ilmiah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.

Universitas sebagai institusi pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan gagasan baru yang mampu menjawab tantangan pembangunan bangsa.

Karena itu, setiap disertasi doktor diharapkan memberikan nilai tambah bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun kebijakan publik.

Relevansi Kajian bagi Indonesia

Tema yang diangkat Yusril dinilai memiliki relevansi dengan dinamika kehidupan kebangsaan Indonesia yang dibangun di atas prinsip demokrasi konstitusional dan masyarakat yang majemuk.

See also  Police Go To School, Sat Lantas Beltim Edukasi Pelajar

Kajian mengenai hubungan agama, negara, hukum, dan demokrasi terus menjadi perhatian para akademisi karena berkaitan erat dengan perkembangan sistem ketatanegaraan, perlindungan hak konstitusional warga negara, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Melalui pendekatan filsafat, diskursus tersebut diharapkan mampu memperkaya cara pandang terhadap berbagai persoalan kenegaraan sehingga kebijakan publik tidak hanya berlandaskan aspek legal formal, tetapi juga mempertimbangkan dimensi etika, sejarah, dan nilai kemanusiaan.

Menegaskan Pentingnya Budaya Akademik

Perolehan gelar Doktor Ilmu Filsafat Universitas Indonesia oleh Prof. Dr. H. Yusril Ihza Mahendra menjadi penanda bahwa pengembangan ilmu pengetahuan merupakan proses yang tidak mengenal batas usia maupun jabatan.

Di tengah tanggung jawab sebagai pejabat negara, keberhasilannya menyelesaikan studi doktor memperlihatkan bahwa tradisi akademik tetap memiliki ruang penting dalam kehidupan publik.

Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, promosi doktor ini memperkaya khazanah kajian filsafat politik dan ketatanegaraan Indonesia, khususnya mengenai pemikiran Mohammad Natsir yang telah lama menjadi bagian dari sejarah intelektual bangsa.

Di saat yang sama, capaian tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, melainkan juga tentang menghadirkan gagasan yang dapat memperluas wawasan, memperkuat tradisi ilmiah, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta kehidupan berbangsa dan bernegara. | RumahGadangNews.Com | */Redaksi | *** |

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Media Sosial

LAINNYA
x