x
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM [RGN#NEWS] WARKOP HARLEX MANGGAR SEDIA TEH MANIS - KOP SUSU - KOPI O - JUS - COKLAT DINGIN - COKLAT HANGAT & ANEKA KULINER ALAMAT JALAN SITU KULONG MINYAK MANGGAR DEKAT KAWASAN WISATA KULONG MINYAK BELITUNG TIMUR [RGN#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH NYAMAN & PENUH PESONA [RGN#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [RGN#NEWS] MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [RGN#NEWS]

Police Go To School, Sat Lantas Beltim Edukasi Pelajar

6 minutes reading
Monday, 25 May 2026 09:43 80 RumahGadangNewsCom

RumahGadangNews.Com | JSCgroupmedia ~ Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Belitung Timur menggelar program Police Go to School di SMPN 04 Manggar, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Senin (25/05/2026), dengan melibatkan sedikitnya 35 siswa dalam kegiatan edukasi tertib berlalu lintas, pengenalan tugas kepolisian, penggunaan sepeda listrik, serta pencegahan perundungan sebagai upaya membentuk karakter generasi muda yang sadar hukum, disiplin, dan peduli keselamatan di jalan raya.

Program edukasi yang dipimpin personel Sat Lantas Polres Belitung Timur tersebut berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari para siswa.

Kegiatan itu menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini di tengah meningkatnya mobilitas pelajar dan penggunaan kendaraan di wilayah Kabupaten Belitung Timur.

Hadir sebagai pemateri sekaligus pelaksana kegiatan yakni Bripka Ronny Hermawan, Brigpol Arifin Siregar, Brigpol Nanda Saputra L, dan Bripda Agis Prasetio.

Para personel menyampaikan materi dengan pendekatan komunikatif dan menyenangkan agar siswa lebih mudah memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas dan disiplin sosial.

Kasat Lantas Polres Belitung Timur AKP Laury Tessalonica Lawdia, S.Tr.K., S.I.K., seizin Kapolres Belitung Timur AKBP Indra Feri Dalimunthe, S.H., S.I.K., M.H., M.M., mengatakan program Police Go to School tidak hanya berorientasi pada penyampaian teori, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara polisi dan pelajar.

“Kami tidak hanya memberikan materi satu arah, tetapi juga mengajak adik-adik bernyanyi lagu-lagu Kepolisian RI, mengenalkan mobil dinas, hingga memberikan games atau permainan edukatif seputar lalu lintas.

Dengan begitu, anak-anak merasa terhibur sekaligus mendapatkan pengetahuan baru,” ujar AKP Laury.

Menurutnya, pendekatan yang humanis dan edukatif menjadi strategi penting agar pesan keselamatan dapat tertanam kuat dalam diri pelajar.

Ia menilai pendidikan lalu lintas tidak cukup hanya dilakukan ketika seseorang sudah dewasa atau memiliki kendaraan, melainkan harus dimulai sejak usia sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Lantas memberikan pemahaman mengenai pengenalan rambu-rambu lalu lintas, fungsi marka jalan, tata cara menyeberang yang aman, serta pentingnya menggunakan helm bagi pengendara sepeda motor.

Materi itu disampaikan melalui simulasi sederhana dan permainan interaktif sehingga siswa lebih aktif mengikuti jalannya sosialisasi.

Selain itu, personel juga menyoroti penggunaan sepeda listrik atau selis yang belakangan semakin populer di kalangan anak-anak dan remaja.

Sat Lantas mengingatkan bahwa penggunaan sepeda listrik memiliki aturan tersendiri, termasuk batas usia minimal 12 tahun demi menjaga keselamatan pengguna dan masyarakat di jalan raya.

AKP Laury menjelaskan bahwa edukasi mengenai sepeda listrik menjadi penting karena masih banyak masyarakat yang belum memahami aturan penggunaannya.

Tidak sedikit anak-anak menggunakan sepeda listrik di jalan umum tanpa pengawasan memadai, padahal risiko kecelakaan cukup tinggi apabila digunakan secara tidak benar.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Jangan sampai karena kurang memahami aturan, justru membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain,” katanya.

Di tengah perkembangan teknologi transportasi, kepolisian melihat perlunya adaptasi edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Penggunaan kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda listrik memang terus meningkat, namun perlu diimbangi dengan kesadaran hukum dan keselamatan.

Tidak hanya soal lalu lintas, personel Sat Lantas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga sikap saling menghormati di lingkungan sekolah.

Dalam kesempatan itu, siswa diimbau menghindari tindakan perundungan atau bullying yang dapat berdampak buruk terhadap kondisi psikologis korban.

Materi tentang bullying disampaikan sebagai bagian dari pembinaan karakter generasi muda.

Kepolisian menilai sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar, berkembang, dan membangun kepercayaan diri tanpa rasa takut.

Para siswa terlihat aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti permainan edukatif yang diberikan personel Sat Lantas.

Beberapa siswa bahkan berkesempatan mencoba mengenal fungsi kendaraan dinas kepolisian secara langsung, yang menjadi pengalaman baru bagi mereka.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai mampu memberikan wawasan praktis kepada siswa mengenai keselamatan berkendara dan perilaku sosial yang baik.

Guru-guru berharap program serupa dapat dilakukan secara rutin agar kesadaran hukum pelajar semakin meningkat.

Secara nasional, pendidikan keselamatan lalu lintas kepada pelajar memang menjadi salah satu fokus kepolisian.

Berdasarkan berbagai evaluasi kecelakaan lalu lintas di Indonesia, kelompok usia muda termasuk kategori rentan terlibat kecelakaan akibat kurangnya pemahaman aturan berkendara dan tingginya mobilitas di jalan raya.

Karena itu, pendekatan edukatif dinilai lebih efektif dibanding sekadar penindakan hukum. Melalui program seperti Police Go to School, kepolisian berupaya membangun budaya tertib berlalu lintas dari lingkungan pendidikan.

Di Belitung Timur sendiri, aktivitas pelajar yang menggunakan kendaraan menuju sekolah cukup tinggi, terutama di wilayah dengan jarak tempuh antardesa yang relatif jauh.

Kondisi tersebut membuat edukasi keselamatan menjadi kebutuhan penting untuk menekan potensi kecelakaan di kalangan pelajar.

Selain membangun kesadaran hukum, kegiatan tersebut juga memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, khususnya dunia pendidikan.

Kehadiran polisi di sekolah dengan pendekatan yang ramah diharapkan mampu menghilangkan kesan takut sekaligus menumbuhkan rasa percaya anak terhadap aparat penegak hukum.

Kasat Lantas menegaskan bahwa pembinaan terhadap generasi muda merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Belitung Timur.

Menurutnya, anak-anak yang memahami aturan sejak dini berpotensi menjadi pelopor keselamatan ketika dewasa nanti.

“Harapan kami, adik-adik ini nantinya menjadi generasi emas yang sadar hukum, disiplin, dan bisa menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Program Police Go to School juga menjadi bagian dari strategi preemtif Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dengan mendekatkan diri kepada pelajar, kepolisian dapat menyampaikan pesan-pesan positif secara lebih efektif dan membangun komunikasi yang baik dengan lingkungan sekolah.

Kegiatan edukasi tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai. Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari sesi materi, permainan edukatif, hingga pengenalan kendaraan dinas kepolisian.

Bagi para pelajar SMPN 04 Manggar, kegiatan itu bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan pengalaman belajar yang berbeda dari aktivitas kelas sehari-hari.

Mereka tidak hanya mendapatkan pemahaman soal rambu lalu lintas dan keselamatan berkendara, tetapi juga belajar mengenai pentingnya disiplin, kepedulian sosial, dan rasa tanggung jawab.

Di tengah tantangan perkembangan zaman, arus teknologi, dan meningkatnya aktivitas transportasi masyarakat, pendidikan karakter dan keselamatan menjadi fondasi penting yang harus terus diperkuat.

Melalui pendekatan humanis dan edukatif seperti Police Go to School, kepolisian mencoba hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pendidikan dalam membentuk generasi muda yang cerdas, tertib, dan berintegritas.

Upaya itu menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas bukan semata urusan di jalan raya, melainkan bagian dari budaya disiplin dan kepedulian sosial yang harus dibangun sejak dini.

Ketika anak-anak mulai memahami arti aturan, menghargai sesama, dan menjaga keselamatan diri, maka fondasi masyarakat yang tertib dan beradab sesungguhnya sedang dibentuk dari ruang-ruang kelas di sekolah. | RumahGadangNews.Com | */Redaksi | *** |

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

LAINNYA
x