x
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM [RGN#NEWS] WARKOP HARLEX MANGGAR SEDIA TEH MANIS - KOP SUSU - KOPI O - JUS - COKLAT DINGIN - COKLAT HANGAT & ANEKA KULINER ALAMAT JALAN SITU KULONG MINYAK MANGGAR DEKAT KAWASAN WISATA KULONG MINYAK BELITUNG TIMUR [RGN#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH NYAMAN & PENUH PESONA [RGN#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [RGN#NEWS] MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [RGN#NEWS]

Rajo Ameh Siapkan Pinang Merah Indonesia Gabung FORMAS

6 minutes reading
Wednesday, 12 Aug 2026 04:40 286 RumahGadangNewsCom

RumahGadangNews.Com | JSCgroupmedia ~ Sebanyak 20 organisasi kemasyarakatan (ormas) resmi dikukuhkan bergabung dalam Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) di Jakarta, Selasa (11/8/2026). Momentum tersebut mendorong semakin kuatnya peran masyarakat sipil dalam mendukung sekaligus mengawal program pembangunan nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dari Bangka Belitung, Pinang Merah Indonesia menyatakan kesiapan untuk turut bergabung dan memperkuat gerakan masyarakat sipil melalui FORMAS.

Pengukuhan 20 ormas baru dilakukan Ketua Dewan Pembina FORMAS, Hashim Djojohadikusumo, bertepatan dengan peringatan HUT ke-2 FORMAS. Dengan tambahan tersebut, jumlah organisasi yang tergabung dalam FORMAS kini mencapai 103 organisasi dari berbagai latar belakang.

Bertambahnya keanggotaan tersebut disebut sebagai bagian dari semangat gotong royong masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional. Kehadiran organisasi masyarakat juga diharapkan tidak berhenti pada dukungan formal, tetapi mampu memberikan gagasan, kritik konstruktif serta ikut mengawal implementasi berbagai program strategis pemerintah.

Ketua Dewan Pembina FORMAS Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa ormas memiliki posisi penting dalam pembangunan. Masyarakat sipil, menurutnya, tidak seharusnya hanya menjadi penonton ketika berbagai kebijakan pemerintah dijalankan.

Hashim mendorong organisasi kemasyarakatan untuk aktif memberikan pemikiran konstruktif, menjaga persatuan dan ikut memastikan program pemerintah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Itu juga yang tertanam di jiwa Prabowo agar rakyat sejahtera dan Indonesia abadi. Ia sedih melihat masih ada yang belum sejahtera dan program MBG lahir dari keprihatinan supaya rakyatnya sehat,” ujar Hashim, Selasa (11/8/2026).

Sejumlah program menjadi perhatian, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan sumber daya manusia serta berbagai agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Hashim, keberhasilan pembangunan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas persoalan bangsa, sehingga partisipasi masyarakat sipil menjadi bagian penting untuk memperkuat keberlanjutan program.

See also  Tahun Baru Hijriah Jadi Momentum Hijrah dan Prestasi

Pernyataan tersebut juga mendapat penekanan dari Ketua Dewan Pakar FORMAS Serian Wijatno. Ia menegaskan bahwa ormas tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan nasional.

Pandangan tersebut menempatkan organisasi kemasyarakatan sebagai bagian dari ekosistem pembangunan. Ormas dapat berperan menyampaikan aspirasi, memberikan edukasi kepada masyarakat, membantu mengawasi pelaksanaan program serta menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dan pemerintah.

Sementara itu, Ketua Umum FORMAS Yohanes Handojo Budhisedjati mengatakan penambahan anggota diharapkan semakin memperkuat peran masyarakat sipil dalam memastikan kebijakan pemerintah memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Bagi masyarakat di daerah, keterlibatan organisasi kemasyarakatan juga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan lokal kepada pemerintah. Program nasional pada akhirnya harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di tingkat daerah.

Semangat tersebut turut mendapat respons dari Bangka Belitung.

Dari kawasan timur Indonesia, Pinang Merah Indonesia menyatakan kesiapan untuk bergabung dengan FORMAS. Direktur Eksekutif Pinang Merah Indonesia, Rajo Ameh, mengatakan pihaknya siap mengambil bagian dalam memperkuat FORMAS sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional dari Bangka Belitung.

“Ya, dari Bangka Belitung untuk Indonesia, kita siap turut memperkuat FORMAS dengan Ketua Dewan Pembinanya Bapak Hashim Djojohadikusumo,” ujar Rajo Ameh kepada media.

Menurut Rajo Ameh, keterlibatan masyarakat Bangka Belitung dalam gerakan masyarakat sipil nasional merupakan bentuk kontribusi daerah terhadap pembangunan Indonesia.

Ia mengatakan Pinang Merah Indonesia siap turut mengawal berbagai program Presiden Prabowo Subianto, termasuk program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat di Bangka Belitung.

“Melalui Pinang Merah Indonesia, Bangka Belitung turut mengawal seluruh program Presiden Prabowo Subianto termasuk yang ada di Bangka Belitung,” paparnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan adanya keinginan dari organisasi masyarakat di daerah untuk mengambil bagian lebih luas dalam agenda pembangunan nasional. Namun, dukungan terhadap program pemerintah idealnya tetap disertai sikap kritis, objektif dan konstruktif.

See also  Bidan Puskesmas Sikapak Raih Qari’ah Terbaik I MTQ KORPRI Nasional

Pengawalan program tidak semata-mata berarti memberikan dukungan, tetapi juga memastikan kebijakan berjalan sesuai tujuan, tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bangka Belitung memiliki karakteristik sosial dan ekonomi yang khas. Sebagai daerah kepulauan, masyarakat menghadapi tantangan yang berbeda dengan wilayah lain, mulai dari konektivitas antarpulau, pengembangan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja hingga pengelolaan sumber daya alam.

Karena itu, keterlibatan organisasi masyarakat lokal dapat menjadi kekuatan penting untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat secara langsung.

Pinang Merah Indonesia, melalui pernyataan kesiapan bergabung dengan FORMAS, membawa semangat agar suara Bangka Belitung dapat ikut hadir dalam ruang masyarakat sipil tingkat nasional.

Keterlibatan tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Organisasi masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan program yang nyata, edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam konteks pembangunan nasional, masyarakat sipil dapat menjadi mitra strategis pemerintah. Namun, kemitraan yang sehat membutuhkan keterbukaan, komunikasi dua arah dan ruang untuk menyampaikan evaluasi.

Program MBG misalnya, membutuhkan pengawasan bersama agar pelaksanaannya benar-benar menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan. Demikian pula pembangunan sumber daya manusia membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, organisasi masyarakat dan berbagai elemen lainnya.

Menuju Indonesia Emas 2045, partisipasi masyarakat menjadi semakin penting. Bonus demografi, perkembangan teknologi, perubahan ekonomi dan tantangan sosial membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Organisasi kemasyarakatan dapat mengambil peran melalui pendidikan publik, pemberdayaan masyarakat, kegiatan sosial, peningkatan literasi serta pengawasan terhadap program pembangunan.

Dengan demikian, bergabungnya organisasi ke dalam FORMAS bukan hanya persoalan jumlah anggota. Yang jauh lebih penting adalah kualitas kontribusi setiap organisasi.

103 organisasi yang kini berada dalam FORMAS memiliki potensi besar apabila mampu bekerja secara kolaboratif. Keragaman latar belakang dapat menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan yang lebih luas dan responsif terhadap persoalan masyarakat.

See also  KPK Sita Rolex Fadia Arafiq, Korupsi Pekalongan Disorot

Namun, semakin besar organisasi, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijaga.

Organisasi masyarakat harus mampu menjaga persatuan, menghindari provokasi, menyampaikan informasi secara bertanggung jawab dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.

Dalam kerangka tersebut, suara Bangka Belitung diharapkan dapat menjadi bagian dari energi positif pembangunan nasional.

Pernyataan kesiapan Pinang Merah Indonesia bergabung dengan FORMAS juga menjadi sinyal bahwa organisasi masyarakat daerah memiliki keinginan untuk mengambil bagian dalam agenda nasional, sekaligus membawa aspirasi masyarakat daerah ke ruang yang lebih luas.

Bagi masyarakat Bangka Belitung, keterlibatan tersebut harus diarahkan pada manfaat konkret. Dukungan terhadap program pemerintah dapat diwujudkan melalui pengawalan program di lapangan, pemberian masukan, edukasi masyarakat dan penyampaian aspirasi secara tertib.

Pembangunan yang berhasil bukan hanya diukur dari banyaknya program yang diluncurkan, tetapi dari seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat.

Karena itu, sinergi pemerintah dan masyarakat sipil harus dibangun dengan semangat gotong royong, bukan sekadar mobilisasi dukungan.

FORMAS memiliki tantangan untuk membuktikan bahwa bertambahnya organisasi anggota dapat menghasilkan kontribusi yang nyata. Sementara organisasi seperti Pinang Merah Indonesia memiliki kesempatan untuk membawa perspektif lokal Bangka Belitung ke dalam gerakan masyarakat sipil yang lebih luas.

Dari Bangka Belitung untuk Indonesia, semangat tersebut diharapkan menjadi energi konstruktif untuk mengawal pembangunan sekaligus memperkuat persatuan nasional.

Indonesia Emas 2045 bukan hanya cita-cita pemerintah, tetapi juga cita-cita seluruh masyarakat. Pemerintah memiliki tanggung jawab menjalankan kebijakan, sedangkan masyarakat memiliki peran memastikan pembangunan tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

Dukungan, kritik dan pengawasan harus berjalan beriringan. Dari daerah hingga pusat, masyarakat sipil dapat menjadi kekuatan penting untuk memastikan pembangunan nasional tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. | RumahGadangNews.Com | */Redaksi | *** |

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Media Sosial

LAINNYA
x